Manchester United Harus Fokus Ke Manajer Bukan Ke Pemainnya

6 Jun

Manchester United Harus Fokus Ke Manajer Bukan Ke Pemainnya

Themilanocafe.com – Untuk saat ini salah satu tim dari Inggris yakni Manchester United hanya harus memfokuskan untuk mengganti Jose Mourinho sang manajer bukan justru mencari para pemain yang anyar. Saran tersebut diberikan oleh Lee Sharpe, mantan gelandang MU.

Menurut penuturannya, MU hanya sedang menghadapi masalah besar yakni terletak pada sosok Mourinho dan bukannya kualitas pemain yang mereka miliki. Seperti halnya, pada saat menjalani musim panas MU akan berusaha untuk bisa lebih memperkuat skuat setelah melewati musim dengan nirgelar, di antaranya setelah finis kedua di bawah Manchester City dengan jarak 19 poin dan kalah dari Chelsea di final Piala FA.

“Menurut saya mereka mungkin mereka butuh seorang manajer baru. Situasi saat ini berat karena mereka punya pemain-pemain luar biasa. Sejujurnya Mourinho takkan jadi pilihan pertama saya,” kata Sharpe.

“Ketika datang ke Chelsea, ia memberi angin segar dalam sesi jumpa persnya dan sukar ditebak. Saat ini ia kelihatan terlampau tidak gembira, murung, dan suram. Ini bertolak belakang dengan saat baru datang dulu dan timnya mencerminkan hal itu. Ini disayangkan karena jika saja ia santai sedikit dan punya rasa humor, timnya akan mencerminkan nuansa tersebut. Bakal ada ayunan langkah lebih ringan di ruang ganti dan di lapangan permainan. Anda akan melihatnya dalam penampilan tim.”

“Saat ini permainan (timnya) sedikit lambat. Gaya main seperti itu sulit meladeni tim-tim rival yang sudah lebih memiliki pengetahuan dan rapi. Lihat saja tim-tim sukses lain tahun ini, Tottenham (Hotspur), Manchester City, dan Liverpool. Mereka semua memainkan sepakbola cepat dengan daya rusak dan tim-tim lawan tak bisa meredam mereka,” tuturnya.

Mourinho tidak segan mengkritik pemainnya sendiri secara publik pada musim 2017/2018. Luke Shaw adalah salah satu pemain MU yang beberapa kali kena kritikan manajernya tersebut.

Sharpe lalu menuturkan bahwa walaupun dirinya di MU dulu tak selalu punya pandangan sama dengan Sir Alex Ferguson, ia selalu menghormati manajernya tersebut. Ia tak yakin para pemain The Red Devils saat ini punya rasa hormat serupa kepada Mourinho.

“Beberapa dari kami, termasuk saya, tidak selalu sependapat dengan Sir Alex Ferguson. Tapi satu hal yang pasti Anda miliki terhadap dirinya adalah respek. Kapan pun kami saling bermasalah, semua diselesaikan di ruang ganti secara tertutup,” ucapnya.

“Saya pikir itulah yang menyatukan tim. Anda menghormati manajer dan ketika tahu segalanya takkan tersebar keluar Anda jadi saling dukung. (Saat ini) ketika ada sesuatu yang tercium keluar, ia mulai mengkritik pemain tertentu, menurut saya itu membuat pemain lain jadi punya keraguan terhadap manajer. Situasinya lucu. Ia mengkritik Shaw dengan sedikit kelewatan karena sebelum cedera ia merupakan bek kiri terbaik di negeri ini.”

“Sekarang untuk alasan tertentu ia (Mourinho) berpikir mentalitas pemainnya tidak tepat. Memang saya tidak melihat bagaimana dalam latihan, tapi saya pikir kalau Shaw bisa main 10-12 laga beruntun maka Anda akan melihat kemampuan sebenarnya. Sayangnya Mourinho tampak tidak ingin memberikan kesempatan itu buatnya,” beber Sharpe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *