Ivan Savvidis Lari Ke Tengah Lapangan Dengan Sepucuk Pistol Dengan Raup Muka Merah

14 Mar

Ivan Savvidis Lari Ke Tengah Lapangan Dengan Sepucuk Pistol Dengan Raup Muka Merah

Themilanocafe.com – Sebuah insiden yang terjadi lantaran pemilik klub Yunani yang secara tiba-tiba masuk ke lapangan ketika sedang berlangsungnya pertandingan timnya menghadapi AEK Athens hingga kini masih belum rampung.

Ivan Savvidis, presiden PAOK Salonika memasuki lapangan dengan membawa sebuah pistol. Hal tersebut berakibat dengan penyetopan Liga Yunani yang dilakukan oleh pemerintah dan juga negara yang berujung terancamnya sanksi FIFA.

Insiden tersebut terjadi di Stadion Toumbas, Senin (12/3/2018) dini hari WIB. Savvidis melakukan hal tersebut lantaran begitu merasakan kerugian dengan gol PAOK yang tercipta di menit-menit akhir. Gol tersebut terjadi lantaran keputusan yang diberikan oleh wasit yang menganggap jika telah terjadi offside.

Selanjutnya hal yang begitu membuat geger yakni Savvidis masuk ke lapangan dengan membawa senjata api. sebuah pistol tersebut terlihat berada di bagian pinggangnya. Dengan begitu, atas tindakannya tersebut sontak langsung mendapat banyak kecaman dari banyak pihak, salah satunya dari pemerintah Yunani sendiri.

Deputi Menteri Olahraga Giorgos Vasiliadis mengatakan Liga Super Yunani akan dihentikan sementara menyusul pertemuan dengan Perdana Menteri Alexis Tsipras.

“Ini tidak akan dimulai lagi kecuali ada kerangka kerja yang jelas, disepakati semua pihak, untuk bergerak maju dengan syarat-syarat dan peraturan yang ada,” Vasiliadis.

Dengan terjadinya insiden tersebut juga tidak lepas dari perhatian FIFA. Otoritas tertinggi sepakbola dunia itu mungkin saja menjatuhkan sanksi andai Yunani gagal memberantas insiden-insiden semacam itu.

“Meskipun insiden baru-baru ini terjadi dalam konteks kompetisi nasional, yang berarti tindakan disipliner berada di bawah yurisdiksi badan peradilan yang kompeten dari Federasi Sepak Bola Yunani, komite pemantauan FIFA mengikuti situasi ini dengan seksama,” FIFA merespons dalam pernyataannya.

“Kegagalan untuk melakukan tindakan yang benar oleh badan yang berwenang untuk memberantas segala jenis kekerasan, guna menjamin kelancaran kompetisi nasional mengharuskan FIFA merujuk kasus tersebut ke dewan FIFA untuk dipertimbangkan dan kemungkinan sanksi, termasuk pencabutan anggota asosiasi,” demikian pernyataan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *