Category: Piala Dunia 2018

1 Jul

Silva Akui Ketangguhan Cara Bermain Timnya Dalam Menghadapi Serangan Lawan

Themilanocafe.com – Kesuksesan Brasil dalam memperlancar jalurnya untuk bisa masuk ke dalam babak 16 besar Piala Dunia 2018 semakin diperlicin dengan berhasilnya menyingkirkan Serbia pada saat bertanding.

Namun kemenangan yang telah dicapai oleh Brasil bukan dengan jalan yang mudah. Selama pertandingan berlangsung, Brasil sempat dibuat kewalahan oleh Serbia dengan permainan mereka.

Pertandingan Brasil dengan Serbia berlangsung pada dalam pertandingan terakhir Grup E di Spartak Arena, Kamis (28/6/2018) dinihari WIB. Keduanya antara Serbia dan juga Brasil memang sama-sama kuat dan juga memiliki peluang yang sama untuk bisa lolos dari grup mereka.

Namun pada akhir pertandingan, Brasil yang berhasil menjadi sang pemenang. Brasil menang dengan skor akhir 2-0 berkat gol Paulinho dan Thiago Silva di masing-masing babak.

Meskipun berhasil memangkan pertandingan atas Serbia, Brasil sempat dibuat sulit selama pertandingan berlangsung. Kesulitan tersebut datang dari penyerangan Serbia yang sangat lincah. Gempuran Dusan Tadic dkk, pada saat memasuki babak kedua sangat sering mengancam gawang Brasil.

Dengan permainan tersebutlah memang diakui Silva terkait ketangguhan timnya dalam menanggapi cara bermain lawan.

“Dalam momen-momen tertentu, kami mengalami kesulitan. Tapi yang paling penting adalah kami tahu bagaimana caranya menderita dalam momen-momen ketika kami diserang,” ujar Silva seperti dikutip ESPN.

“Ini adalah pertandingan Piala Dunia, lawan juga berkualitas, tapi harus tahu bagaimana rasanya menderita.”

Lolos ke babak 16 besar, Brasil selanjutnya akan menghadapi Meksiko di Cosmos Arena, Senin (2/7/2018).

28 Jun

Percuma Menang Atas Jerman, Korsel Tak Bisa Masuk Ke Dalam Babak 16 Besar

Themilanocafe.com – Mimpi Jerman Di Piala Dunia 2018 terpaksa tidak bisa dilanjutkan lagi setelah kekalahan yang mereka peroleh pada saat bermain melawan Korea Selatan. Dalam permainan tersebut sebenarnya telah ada sebanyak enam pemain penyelamat salah satunya yakni Cho Hyun-woo yang justru mengakibatkan gagalnya Jerman.

Pertandingan yang berlangsung di Kazan Arena, Rabu (17/6/2018) malam WIB, Jerman telah berhasil unggul terlebih dulu dalam penguasaan bola sebesar 74 persen menurut catatan Whoscored.

Sedangkan penguasaan tembakan telah dikuasai oleh Die Mannschaft yang telah mendominan setiap pelepasan tembakan bola. Jika dijumlah secara keseluruhan ada sebanyak 28 kali percobaan dengan enam yang mengarah ke gawang Korsel.

Akan tetapi jika dari keenam tembakan yang sudah mengarah ke gawang Korsel, tidak ada satupun yang berhasil masuk lantaran tepisan dari kiper Korea Selatan Cho Hyun-woo. Dengan tepisan tersebut menjadi mimpi buruk bagi Jerman yang memiliki tuntutan untuk bisa menang jika ingin terus melaju menuju pintu kemenangan.

Alih-alih mencetak gol, Jerman malah kemudian kebobolan dua gol di masa injury time lewat gol-gol Young-Gwon Kim dan Heung-Min Son, saat sedang berusaha meningkatkan intensitas serangan. Jerman pun harus tunduk 0-2 oleh Korsel.

“Saya tidak pernah memiliki permainan yang sempurna seperti ini sebelumnya, sepanjang karier saya. Saya tidak menyelamatkan tembakan sendirian hari ini – kiper lainnya Kim Seung-gyu dan Kim Jin-hyeon juga memberi saya pertolongan,” kata Cho Hyun-woo seperti dikutip dari situs resmi FIFA.

Meskipun berhasil mempermalukan Jerman, Korsel juga gagal untuk masuk ke dalam babak 16 besar. Mereka cuma duduk di posisi ketiga dengan tiga poin, atau satu tingkat dari Jerman yang kalah selisih gol.

“Semua pemain Korea, dan juga pelatih kepala, bermain untuk orang Korea, kami semua menjadi satu untuk orang Korea. Baru setelah pertandingan kami menyadari skornya dan tentu saja kami kecewa. Oleh karena itu banyak dari kami yang menangis,” sambung kiper 26 tahun itu.

Di atas Korsel, ada Swedia di puncak Grup F dengan poin enam. Meksiko mengikuti Swedia di posisi runner-up setelah kalah selisih gol.

2 Apr

David Beckham Ceritakan Jika Skuat Inggris Tak Sedikit Alami Kesulitan Pada Putaran Final

themilanocafe.com – Sebuah penuturan yang datang dari mulut seorang David Beckham membahas hal yang berkaitan dengan adanya sebuah peluang untuk skuat Inggris di Piala Dunia 2018 nanti.

Seperti yang diketahui, Inggris berada di Grup G yang bersamaan dengan Belgia, Panama, dan Tunisia. Skuat Inggris tersebut nantinya akan mengawali pertandingan dengan melawan Tunisia pada 18 Juni.

Inggris berhasil masuk ke putaran final dengan membawa sebuah catatan yang begitu apik. Selama masa kualifikasi yang berlangsung, Harry Kane dkk. tak terkalahkan dalam 10 laga dengan membukukan delapan kemenangan.

Meskipun melakoni pertandingan dengan begitu bagus, Inggris justru tidak jarang mengalami berbagai kesulitan di putaran final. Seperti yang terjadi di Piala Eropa 2016, di mana Inggris menyapu bersih 10 laga kualifikasi namun kemudian terhenti di babak 16 besar.

Di Piala Dunia, prestasi Inggris juga kurang memuaskan dalam dua dekade terakhir. Sejak 1998, pencapaian terbaik Inggris adalah babak perempatfinal di Piala Dunia 2002 dan 2006.

Meski demikian, Beckham menilai Inggris punya peluang yang bagus di Piala Dunia 2018. Ia juga menyoroti banyaknya talenta muda di skuat Inggris.

“Saya pikir kami punya peluang yang baik. Kami masuk ke Piala Dunia tahun ini dengan baik seperti biasanya,” Beckham pada saat melalukan wawancara dengan Najwa Sihab.

“Dan datang ke kompetisi ini, saya rasa kami punya banyak pemain muda berbakat, yang masih bisa dibentuk. Itu penting. Dan tentunya para pemain yang bermain di liga terbesar dan terkuat di dunia.”

“Jadi, menurut saya Inggris punya peluang yang baik di Piala Dunia,” ia menegaskan.

27 Mar

Lionel Messi Alami Cedera hamstring Ringan Saja Dan Siap Bermain Kembali

Themilanocafe.com – Sebuah kegagalan yang harus diraih oleh Lionel Messi untuk mendapatkan sebuah kemenangan atas timnas Italia harus diterimanya dengan lapang dada. Kegagalan tersebut harus diterima ketika berlangsungnya sebuah pertandingan dalam rangka uji coba internasional yang berlangsung pada Sabtu (24/3) dini hari WIB.

Terjadinya sebuah cedera ringan yang dialami oleh Messi memang dibenarkan oleh Pelatih Argentina, Jorge Sampaoli. Dirinya mengaku jika tak mau mengambil resiko dengan tetap terus memainkan Messi di lapangan. Hal tersebut ditakutkan justru akan membuat cedera yang dialaminya semakin menjadi parah dan berakibat fatal.

Setelah pertandingan yang berlangsung selesai, Messi juga sempat menjelaskan cedera yang sedang menimpanya itu. Dirinya mengaku jika cedera yang dialaminya tersebut hanya cedera hamstring ringan dan masih tetap siap untuk bermain dalam duel kontra Spanyol di pengujung Maret ini.

“Saya menderita cedera hamstring selama beberapa hari terakhir. Itulah kenapa saya tak bermain dalam laga ini [kontra Italia],” ujar Messi.

“Saya pastinya ingin selalu bermain, tapi perjalanan ke Piala Dunia masih panjang. Akhirnya kami memutuskan agar saya beristirahat pada duel ini dan saya cukup optimistis bisa kembali untuk hadapi Spanyol,” pungkasnya.

Argentina sendiri menang 2-0 melalui gol Ever Banega dan Manuel Lanzini, yang kesemuanya terjadi di babak kedua melalui skema serangan balik.

23 Mar

Piala Dunia Tahun Ini Akan Jadi Tahun Terakhir Lionel Messi Bermain

Themilanocafe.com – Timnas Argentina memiliki tujuan untuk bisa mencapai geralr menjuarai Piala Dunia 2018 kali ini. Pelatih dari timnas Argentina, Jorge Sampaoli menuturkan jika Argentina memiliki peluang untuk bisa menang dan menggantungkan timnya tersebut kepada Lionel Messi.

Sepanjang perjalanan kariernya selama ini, Messi memang belum berhasil membawa nama baik negaranya sendiri untuk mendapatkan kemenangan di gelar juara internasional. Yah meskipun ketika berada di level up, Messi tidak kurang dalam meraih gelar ataupun trofi bersama dengan timnya Barcelona.

Pada saat berlangsungnya pila final tahun 2014 lalu, Argentina berhasil dibuat tekuk lutut oleh Jerman dengan skor akhir 0-1. Akibat kekalahan tersebutlah yang membuat Messi dan juga para pemain yang lainnya mengalami frustasi dan kekecewaan yang begitu mendalam. Mereka kalah secara beruntun.

Di dua Copa America pada 2015 dan 2016, Albiceleste lagi-lagi harus finis runner-up usai dikalahkan Chile di final. Dan berlangsungnya Piala Dunia tahun ini akan menjadi tahun terakhir baginya. Nantinya, Messi akan bermain sebagai pemimpin Argentina dalam usaha merebut gelar juara untuk timnya tersebut.

“Ini akan menjadi tim Messi. Dia adalah pemain terbaik di dunia dan dalam fase kematangan di mana dia bisa membawa tim di pundaknya. Ini akan menjadi tim dia,” pelatih Argentina.

“Setiap orang memberi kami sebuah peran utama di Piala Dunia dan kewajiban saya adalah meningkatkannya, mencoba membuat para rival lebih takut dengan kami. Sekarang ini Argentina sangat disegani,” sambung Sampaoli.

“Saya melihat komitmen seluruh pemain meningkat, juga komitmen untuk ide, para pemain tahu mereka harus menyerang,” simpul dia.

Saat ini, persiapan yang dilakukan oleh Argentina sudah memasuki tahap akhir untuk tampil di Piala Dunia. Nantinya skuat Argentina akan berhadapan denganĀ  Italia (23/3) dan Spanyol (27/3) di laga ujicoba.