Category: Liga Inggris

15 Jan

Jose Mourinho Debat Di Sosisal Media Dengan Antonio Conte

Themilanocafe.com – Dengan adanya adu debat antara Jose Mourinho dengan Antonio Conte dari salah satu mereka ada yang mengaku jika sama sekali tidak menikmatinya. Nah dari situlah, Maurinho menganggap perdebatannya dengan Conte telah selesai.

Akhir-akhir ini saling balas komentar antar keduanya begitu ramai di media sosial. Perdebatan tersebut berawal dari komentar Mourinho soal ‘badut-badut’ di lapangan, Conte kemudian membalas pernyataan manajer Manchester United itu.

Mourinho kembali menyerang Conte dengan menyinggung persoalan pengaturan skor. Conte kemudian menyebut Mourinho sebagai manusia kerdil. Manajer Chelsea itu juga tak menyesali setiap konfrontasinya dengan Mourinho.

Namun untuk sekarang Maurinho sudah menganggap komentarnya dengan Conte tidak akan berlanjut lagi. Dia mengaku sebenarnya tidak menikmati perseteruan dengan sesama manajer.

“Ketika saya memulainya, saya bertanggung jawab dan saya sudah kerap memulainya. Ketika saya tidak memulainya, agak lucu melihat orang lain berperilaku seolah-olah sebagai korban ketika mereka tidak demikian,” Mourinho.

“Tapi, sungguh, saya tidak menikmati (perang kata-kata dengan manajer rival). Itulah mengapa bagi saya ini sudah selesai.”

Bukan kali ini saja Mourinho terlibat perang komentar dengan manajer lain di media. Namun bagaimanapun, Mourinho mengaku akan minta maaf lebih dulu kalau dia memang salah.

“Kadang-kadang itu salah saya. Kadang itu salah manajer lain,” Mourinho melanjutkan.

“Dalam kasus saya, ketika saya pikir itu adalah salah saya dan menyadari saya harus berperilaku dalam cara yang berbeda, saya adalah orang pertama yang akan minta maaf, seperti dengan (Claudio) Ranieri ketika saya dapat kesempatan.”

“Itulah mengapa hubungan kami berjalan dari buruk menjadi baik dan dari baik menjadi sangat baik karena saya cukup jantan untuk minta maaf,” dia mengatakan.

4 Jan

Eden Hazard Beranggapan Harusnya Chelsea Yang Bawa Pulang Kemenangan

Themilanocafe.com – Eden Hazard tidak merasa puas sekalipun setelah pertandingan yang dilakukan antara Chelsea dengan Arsenal yang menghasilkan hasil akhir imbang dengan angka 2-2. Dengan banyaknya peluang yang begitu nyata di depan mata tersebut bisa menjadikan Chelsea yang semestinya memperoleh kemenangan.

Bertandang ke Stadion Emirates, Kamis (4/1/2018) dinihari WIB, the Blues memiliki 42 persen penguasaan bola dengan menciptakan 19 percobaan yang enam di antaranya mengarah ke gawang. Chelsea leboh terlihat efisien jika dibandingkan dengan Arsenal yang berhasil melahirkan 14 percobaan (6 ke arah gawang).

Bek Chelsea Marcos Alonso berhasil dalam menambahkan angka untuk membalikkan kedudukan menjadi 2-1 di 10 menit terakhir. Sebelumnya Arsenal mencetak gol lebih dahulu lewat Jack Wilshere di menit ke-63, lalu disamakan Chelsea lewat gol penalti Hazard empat menit kemudian.

Hector Bellerin menghindarkan Arsenal dari kekalahan usai membobol gawang Chelsea di masa injury time. Chelsea sendiri nyaris memenangi pertandingan namun di penghujung laga, sepakan Alvaro Morata ditepis Petr Cech dan sepakan Davide Zappacosta membentur mistar gawang.

“Tadi adalah pertandingan 50-50, kedua tim memainkan permainan yang sangat bagus,” ungkap Hazard.  “Mungkin kami seharusnya mencetak lebih banyak gol, kami melewatkan sejumlah peluang. Sepakan terakhir seharusnya menjadi sebuah gol, tapi kami senang sih.”

“Kurasa kami seharusnya memenangi pertandingan ini karena banyaknya peluang yang kami punya.”

Hasil ini diwarnai dengan penalti yang dianggap kontroversial karena Bellerin dan Hazard dianggap 50-50 saat berebut bola. “Tidak perlu sebuah tayangan ulang, itu memang penalti,” sungut Hazard.

“Petr adalah kiper yang hebat. Selalu sulit mencetak gol ke gawang dia tapi aku bisa menyarangkan bola ke gawang dan itu adalah hal yang paling penting,” tambah bintang sepakbola Belgia itu.

Dengan hasil ini, Chelsea gagal menggusur kembali Manchester United di posisi kedua. Hazard cs menempati peringkat ketiga dengan 46 poin, tertinggal satu angka dari MU dan hanya dua poin dari Liverpool di bawahnya.

30 Dec

Pembelian Virgil van Dijk Banyak Timbulkan Banyak Komentar

Themilanocafe.com – Dengan dibelinya pemain baru yang merupakan seorang bek paling mahal di dunia untuk saat ini yakni Virgil van Dijk mendapatkan komentar dari Jose Mourinho. Menurutnya dengan pembelian tersebut begitu tinggi harganya untuk Liverpool. Dari pembelian itu dinilainya jika bursa pembelian semakin gila dirasanya.

Liverpool harus dengan rela merogoh kantong sebanyak 75 juta pound sterling atau Rp 1,4 triliun untuk bisa menggaet Van Dijk dari Southampton. Dengan harga semahal itulah yang menjadikan Van Dijk bek termahal di dunia untuk sekarang ini.

Dengan pembelian semahal itu juga banyak yang berkomentar. Salah satunya oleh Mourinho, manajer Manchester United. Mourinho menilai harga mahal Van Dijk memang menjadi cara agar klub bisa mendapatkan pemain yang diincar. Menurutnya, klub mau tak mau harus menggelontorkan banyak uang untuk mendapatkan pemain.

“Saya tidak bilang secara spesifik sekarang soal hal ini (Van Dijk) sebab Liverpool melakukan apa yang mereka ingin lakukan dan saya bukan siapa-siapa untuk mengomentarinya. Realitanya adalah kalau mereka pikir itu pemain tepat dan sangat mereka inginkan ya mereka akan membayarnya atau tidak akan bisa memilikinya sebab itu cara kerja pasar sekarang,” Mourinho.

“Jadi ketika kami bandingkan besaran uang yang manajer dan klub habiskan dan membandingkannya dengan tiga tahun lalu, itu hal yang mustahil. Anda tidak bisa membandingkan realitanya. Virgil van Dijk adalah bek paling mahal dalam sejarah sepak bola. Apakah dia lebih baik dari (Paolo) Maldini, (Giuseppe) Bergomi atau (Rio) Ferdinand? Anda tidak bisa mengatakan itu.”

“Ini soal pasar pemain dan Anda akan membayarnya atau tidak. Jika Anda membayar, Anda membayar sejumlah uang yang cukup gila tapi jika tidak, Anda tidak memiliki pemain. Sesederhana itu.”

“Tidak ada kritik sama sekali soal apa yang dilakukan Liverpool. Memang begitulah adanya,” Mourinho menegaskan.

23 Dec

Arsenal Bermain Dengan Imbang Pada Saat Melawan Liverpool

Themilanocafe.com – Arsenal terlihat sekali memperlihatkan nsmangatnya dalam bermain dengan tidak ada rasa untuk menyerah pada saat berlangsungnya laga melawan Liverpool. Hal tersebut yang menjadi satu alasan mengapa Arsene Wenger terlihat begitu cerah pada raut wajahnya.

Pada saat menjalani pertandingan di Emirates Stadium, Sabtu (23/12/2017) dinihari WIB, dengan bermain menghasilkan hasil yang imbang yakni 3-0 pada saat melawan Liverpool. Sebelumnya, Liverpool memang sempat unggul dengan mengantongi dua gol pada menit awal pertandingan.

Philippe Coutinho dan Mohamed Salah yang berhasil menghasilkan dua buah gol untuk menambah nilai bagi Liverpool. Namun setelah dua gol yang dihasilkan tersebut, deretan gol yang dibukukan Alexis Sanchez, Granit Xhaka, dan Mesut Oezil langsung merubah angka bagi Arsenal. Skor kembali imbang setelah Roberto Firmino mencatatkan namanya di papan skor.

Wenger mengakui bahwa Arsenal tampil kurang oke di babak pertama. Tapi, semangat juang anak asuhnya membuat The Professor senang.

“Kami bermain kaku dengan rasa takut dan tak di level kami saat babak pertama. Di babak kedua, kami bermain di level kami. Itu merupakan pertandingan yang mendebarkan. Saya frustrasi karana tak berhasil memenangi pertandingan, tapi itu merupakan jenis pertandingan yang anda inginkan di Premier League,” kata Wenger.

“Hal bagusnya adalah secara keseluruhan, kami tak pernah menyerah. Semangatnya luar biasa. Dalam hal itu, saya bangga pada para pemain. Itu menunjukkan mentalitas yang kuat. Kami mempunyai kapasitas untuk melakukan respons. Apa yang anda inginkan adalah tim menyadari bahwa kami harus mulai tampil bagus sejak menit pertama,” dia menambahkan.

21 Dec

Bristol City Petik Kemengana Pada Menit Akhir Pertandingan

Themilanocafe.com – Manchester United telah berhasil disingkirkan dengan cepat oleh Bristol City persis pada saat perempatfinal Piala Liga Inggris. Dengan kekalahan yang diperoleh oleh Manchester United dari pihak tim Divisi Championship menjadi merasa seperti tim dari Premier League.

Dengan tidak pernah disangka-sangka, MU langsung tumbang dengan skor akhir 1-2 pada saat bertandang ke markas Bristol di Ashton Gate, Kamis (21/12/2017) dinihari WIB. Sempat sebelumnya tim yang merupakan tuan rumah pada pertandingan malam itu, mendapatkan nilai unggul pada awal dimulainya pertandingan melalui gol Joe Bryan di menit ke-51.

Tak berselang lama hanya sekitar tujuh menit saja, Zlatan Ibrahimovic juga berhasil mencetak gol dengan begitu berarti menyamakan kedudukan diatara keduanya. Pertandingan tampak akan berlanjut dengan menggunakan perpanjangan waktu dengan skor yang imbang.

Namun pada menit terakhir kondisi berubah dengan masuknya gol yang dihasilkan oleh Bristol lewat Korey Smith. Dengan hasil yang begitu merubah keadaan tersebut sontak langsung membuat para fans Bristol berhamburan ke dalam lapangan untuk merayakan kemenangan seusai laga.

Lee Johnson, selaku Manajer Bristol, juga tidak bisa menutupi bagaimana kegembiraannya dengan hasil akhir yang diperoleh oleh timnya.

“Malam ini saya berkali-kali berpikir kami terlihat seperti tim Premier League. Umpan, pergerakan, dan kecepatan serangan balik. Kiper kami (Luke Steele) membuat dua atau tiga penyelamatan fantastis, tapi itu akan selalu terjadi” kata Johnson.

Bristol memang terlihat sekali dalam setiap detik waktu bermain tidak ada rasa takut pada saat sedang menghadapi MU. Pemain-pemain mereka tampil agresif dan membuat MU kerepotan.

“Mengalahkan Manchester United adalah luar biasa. Saya sangat bangga kepada pemain-pemain saya – mereka adalah sekelompok pemain spesial – dan saya juga bangga kepada fans. Sudah cukup lama kami tak mendapatkan hasil seperti itu di Ashton Gate,” kata Johnson.

Bristol selanjutnya akan menantang Manchester City di babak semifinal. Mereka akan bertandang ke Etihad Stadium di leg pertama.

20 Dec

Pep Guardiola: Manchester City Mustahil Raih Empat Trofi Sekaligus

Themilanocafe.com – Dengan berhasilnya lolos masuk ke semifinal Piala Liga Inggris menambah peluang untuk satu tim Manchester City dalam berupaya menyapu bersih trofi yang ada. Sebanyak empat trofi pada musim ini nantinya akan ada peluang untuk Manchester City dalam merampas semua trofi yang ada.

Namun sebuah keyakinan yang disampaikan oleh Pep Guardiola terkait dengan tidak akan terjadinya hal yang demikian. City berhasil lolos ke dalam semifinal lantaran telah berhasil menyingkirkan Leicester City di King Power Stadium, Rabu (20/12/2017) dinihari WIB. City menghasilkan kemenangan lewat adu pinalti 4-3 setelah kedua tim berimbang 1-1 selama 120 menit.

Saat ini City hanya sedang menunggu lawan yang nantinya akan dihadapi pada babak semifinal yang akan digelar pada Januari 2018. Sejauh ini tim lain yang sudah lolos adalah Arsenal.

Dengan begitu, City masih mempunyai satu kesempatan untuk bisa merebut sebuah kemenangan dalam empat kompetisi pada musim ini. Untuk saat ini mereka juga sedang menjadi pemimpin klasemen Premier League, lolos ke babak 16 besar Liga Champions, dan akan tampil di Piala FA.

Akan tetapi, Guardiola yakin timnya mustahil menjadi juara di semua kompetisi. Pria asal Spanyol itu meminta City untuk mengubur dalam-dalam ambisi meraih quadruple.

“Lupakan soal itu. Itu tidak akan terjadi,” katanya seusai pertandingan melawan Leicester.

City selanjutnya akan menghadapi Bournemouth di kandang sendiri dalam lanjutan Premier League pada Sabtu (23/12/2017).

13 Dec

Juergen Klopp Akan Lakukan Rotasi Pada Anak Asuhnya

Themilanocafe.com – Kebijakan rotasinya yang ada di Liverpool akan segera diteruskan kembli oleh Juergen Klopp. Klop menginginkan untuk Liverpool untuk jangan sampai kehabisan tenaga dalam bermain pada saat paruh kedua musim nantinya.

Pada musim ini saja, Klopp memang sudah sangat terlihat sering sekali dalam menguatk-atik untuk susunan para pemainnya. Hingga kini, Klopp sudah sebanyak 59 kali melakukan perubahan dalam starting line-up di 16 laga Premier League yang sudah dijalani.

Untuk terakhir kalinya, Klopp telah mengambil keputusan untuk menurunkan susunan pemain yang tak biasa dalam pertandingan derby Merseyside akhir pekan lalu. Mohamed Salah dan Sadio Mane mengapit Dominic Solanke di lini depan, sementara Roberto Firmino dan Philippe Coutinho duduk bangku cadangan.

Hingga pada akhirnya, Klopp telah menegaaskan nantinya akan tetap menjalankan rotasi pada skuatnya. Jadwal padat yang harus dijalani Liverpool jadi pertimbangan utamanya.

“Kami harus melakukannya. Kami sudah memainkan tujuh pertandingan dalam 21 hari sebelum Everton dan sekarang enam pertandingan dalam 18 hari,” Klopp

“Ini masih sama. Tidak ada yang berubah. Kami butuh kualitas terbaik yang kami bisa untuk setiap pertandingan. Kami tidak bisa mengabaikan jumlah pertandingan.”

“Masa depan sepakbola akan lebih banyak rotasi karena tidak akan ada yang akan menghilangkan pertandingan. Selalu menjadi lebih cepat, lebih intens, dengan lebih banyak sprint, lari dengan kecepatan tinggi, jeda yang lebih sedikit, dan banyak hal lain. Ini berjalan satu arah dan Anda harus bereaksi.”

Liverpool akan bertanding melawan West Bromwich Albion dalam lanjutan Premier League, Kamis (14/12/2017) dini hari WIB nanti. Di laga tersebut, Klopp dikabarkan akan mengistirahatkan Mohamed Salah.

11 Sep

Luis Garcia, Legenda Liverpool Inginkan Jurgen Bawa The Reds Kembali Berjaya

 

 

 

Themilanocafe.com – Luis Garcia yang merupakan eks pemain Liverpool memberikan dukungan moral terhadap Jurgen Klopp. Luis menginginkan Jurgen dapat membawa Liverpool kembali sukses pada Liga Champions.

Pada tahun 2005 Luis Garcia ikut mengantar AC Milan untuk merebut trofi pada Liga Champions. Ketika itu, Liverpool mampu mengalahkan AC MIlan melalui tendangan finalti dan berakhir imbang dengan skor 3-3 sampai perpanjangan waktu habis.

Setelah meraih kejayaannya itu, prestasi The Reds mulai menurun. Prestasi terbaik yang diraih oleh The Reds yaitu memenangkan Piala Liga Inggris ketika musim 2011-2012.

“Menurut saya, baginya (Jurgen Klopp), ini akan menjadi musim yang baik. Dia berada di klub ini hampir dua tahun. Dia membangun tim hampir sama seperti di Jerman dan dia berada di jalur yang tepat untuk membuat klub meraih sukses,” ungkap Luis Garcia.

“Jika Anda melihat pemain dan performa mereka, mengapa tidak?” imbuhnya ketika ditanyakan terkait peluang Liverpool memenangkan Liga Champions musim ini.

“Ketika saya di sini, tidak ada orang di Eropa yang benar-benar mengenal saya, hingga kami mencapai final pada 2005. Semua orang terkejut. Namun menurut saya, tim sekarang jauh lebih baik,” kata Luis Garcia.

The Reds menduduki grup E Liga Champions 2017-2018 bersama dengan Sevilla, Maribor, dan Spartak Moscow. Liverpool akan melawan Sevilla pada 14 September nanti di Stadion Anfield, pada laga perdana.

30 May

Final Liga Europa, Manchester United Bawa Ibrahimovic

Themilanocafe.com – Pada final Liga Europa di Friends Arena, Solna, Manchester United nampaknya akan berhadapan langsung dengan Ajax Amstedam pada 24 Mei 2017 atau Kamis 25/5/2017 dini hari WIB.

Manchester sangat bergantung pada pertandingan kali ini karena pertandingan melawan Ajax akan sangat menentukan bagi tim Setan Merah dalam melangkah selanjutnya. Bukan hanya kemenangan yang MU cari tapi juga ingin mendapatkan tempat di Liga Champions musim depan nant

Jose Mourinho atau Manejer Manchaster United itu dikabarkan akan membawa pemain berpengalaman seperti Zlatan Ibrahimovic, Marcos Rojo, Luke Shaw, dan Ashley Young, dengan bertujuan untuk menyaksikan pertandingan final Liga Europa dan juga memberi semangat kepada para rekan-rekannya yang sedang bertanding.

Dengan pemain cedera yang dibawanya, Mourinho ingin kuartet tesebut bisa memberikan motivasi kepada anak asuhnya.

“”Shaw, Young, Rojo dan Zlatan, akan pergi bersama,” tutur Mourinho kepada wartawan jelang pertandingan MU melawan Crystal Palace di lanjutan Liga Inggris.

“Kami memiliki kelompok pemain yang fantastis dan semangat yang fantastis yang ditunjukkan sejak awal musim,” kata Mourinho.

Setelah sekian banyak pemain bintang yang meninggalkan Manchester United termasuk Ibrahimovic yang sebentar lagi kontraknya berakhir, Jose Mourinho mengatakan kalau musim ini banyak menanggung beban berat.

Manejer 54 tahun tersebut juga pernah mengatakan kalau padatnya jadwal pertandingan membuatnya mendapatkan banyak masalah. “Masalah terbesar kami tentu saja jumlah pertandingan,” kata Mourinho.

“Kenyataannya adalah bahwa sejak bulan Januari kami telah memainkan 37 pertandingan. Di Liga Primer ada 38 pertandingan, sehingga kami telah memainkan Liga Primer yang lengkap dikurangi satu pertandingan dalam lima bulan. Itulah yang biasanya dilakukan tim selama setahun,” tutupnya.

24 May

Dibalik Kemenangan Arsenal

Themilanocafe.com – Nampaknya Arsenal berhasil menaklukan tim asal inggris yang diberi dengan julukan Kucing Hitam pada Rabu (17/5/2017) dini hari WIB dengan raihan skor 2-0 pada laga lanjutan Premier League. Meski begitu Arsene Wenger merasa kecewa terhadap sopporter The Gunners tersebut.

“Kami melakukan pekerjaan dengan benar. Hal itupun kembali kami lakukan pada pertandingan tadi. Ketika bermain sepak bola, Anda tidak menghitung berapa banyak orang yang duduk di kursi stadion,” kata pelatih 67 tahun tersebut.

“Anda bermain karena ingin meraih kemenangan pada pertandingan, serta menikmati laga tersebut. Namun, menurut saya semua orang tentu ingin kami meraih kemenangan ketika bersua Sunderland,” kata Wenger.

Dalam pertandingan tersebut manajemen Arsenal dapat mejual banyak tiket hingga mencapai 59.510 tiket. Akan tetapi beberapa media mengatakan kalau banyak tiket yang digunakan oleh supporter Arsenal untuk melakukan aksi keributan.

Kabarnya saat itu banyak berkedapatan kursi yang kosong di Stadion Emirates karena ulah yang dilakukan sekelompok supporter The Gunners tersebut. Pasalnya terdapat sekitar 10.000 kursi dari 60.000 kapasitas maksimal diantaranya kursi kosong.

Arsene Wanger yang waktu itu sedang melihat anak didiknya bermain Liga Champions dituntut untuk mundur dari jabatannya oleh beberapa supporter Arsenal. Mereka beralasan kalau manejer Arsenal yang sekarang itu tak mampu mengantarkan timnya meraih prestasi. Mesut Ozil dan rekannya itu terancam tak bisa melewati Liga Champions jika posisi klasemen Premier League tetap seperti ini.

Saat ini The Gunners Hanya bisa berada dalam peingkat yang bisa dibilang tak menguntungkan dengan perolehan 72 poin diposisi ke lima. Sementara itu Liverpool berada diatasnya diposisi keempat.