Month: June 2018

11 Jun

Barcelona Dengan Real Madrid Akan Selamanya Jadi Rival Abadi

Themilanocafe.com – Terkait dengan siapa yang lebih sukses untuk dua tim yang memang dikenal sama-sama kuatnya yakni Barcelona dengan Real Madrid hingga kini masih menjadi satu topik hangat untuk menjadi bahan perdepatan publik.

Yang pastinya, Lionel Messi tidak akan pernah mau untuk menukar gelar-gelar domestik Barcelona dengan trofi Liga Champions. Barca dan juga Madrid akan menjadi rival abadi selamanya dan pasti akan selalu dibandingbandingnya satu sama lainnya.

Untuk musim kedua ini kedua tim tersebut sama-sama meraih trofi juara; Barca berjaya di kancah domestik dengan menjuarai La Liga dan Copa del Rey yang ketiga dalam empat tahun terakhir. Sementara itu, Madrid meraih gelar Liga Champions ke-13 dalam sejarah klub atau yang ketiga berturut-turut.

Sedangkan untuk Barca sendiri terakhir kalinya berhasil menakhlukan Eropa pada 2014/15. Setelahnya, Los Cules mentok di perempatfinal, termasuk menderita kekalahan mengejutkan saat disingkirkan AS Roma (agregat 4-4) usai menang 4-1 di leg pertama di musim ini.

“Tidak. Memenangi La Liga dan Copa sangatlah penting. Tidak mudah. Seperti yang kubilang, terlepas dari apa yang terjadi di Liga Champions, musim kami sudah sangat bagus,” ucap Messi kepada Sport.

“Kami sudah menjalani sebuah musim yang hebat dengan dobel itu. Memang benar Liga Champions membuat setiap orang bersemangat mengingat apa artinya memenangi piala itu, tapi tidak perlu mengecilkan apa yang sudah kami lakukan.”

“Memenangi La Liga dan Liga Champions adalah hal yang berbeda. Musim Barca sudah spektakuler. Kami cuma kalah tiga kali di sepanjang musim dan sayangnya, salah satu kekalahan itu membuat kami tersingkir dari kompetisi yang paling menarik (Liga Champions). Dobel (gelar) sangatlah bagus,” lugas bintang Barcelona itu.

6 Jun

Manchester United Harus Fokus Ke Manajer Bukan Ke Pemainnya

Themilanocafe.com – Untuk saat ini salah satu tim dari Inggris yakni Manchester United hanya harus memfokuskan untuk mengganti Jose Mourinho sang manajer bukan justru mencari para pemain yang anyar. Saran tersebut diberikan oleh Lee Sharpe, mantan gelandang MU.

Menurut penuturannya, MU hanya sedang menghadapi masalah besar yakni terletak pada sosok Mourinho dan bukannya kualitas pemain yang mereka miliki. Seperti halnya, pada saat menjalani musim panas MU akan berusaha untuk bisa lebih memperkuat skuat setelah melewati musim dengan nirgelar, di antaranya setelah finis kedua di bawah Manchester City dengan jarak 19 poin dan kalah dari Chelsea di final Piala FA.

“Menurut saya mereka mungkin mereka butuh seorang manajer baru. Situasi saat ini berat karena mereka punya pemain-pemain luar biasa. Sejujurnya Mourinho takkan jadi pilihan pertama saya,” kata Sharpe.

“Ketika datang ke Chelsea, ia memberi angin segar dalam sesi jumpa persnya dan sukar ditebak. Saat ini ia kelihatan terlampau tidak gembira, murung, dan suram. Ini bertolak belakang dengan saat baru datang dulu dan timnya mencerminkan hal itu. Ini disayangkan karena jika saja ia santai sedikit dan punya rasa humor, timnya akan mencerminkan nuansa tersebut. Bakal ada ayunan langkah lebih ringan di ruang ganti dan di lapangan permainan. Anda akan melihatnya dalam penampilan tim.”

“Saat ini permainan (timnya) sedikit lambat. Gaya main seperti itu sulit meladeni tim-tim rival yang sudah lebih memiliki pengetahuan dan rapi. Lihat saja tim-tim sukses lain tahun ini, Tottenham (Hotspur), Manchester City, dan Liverpool. Mereka semua memainkan sepakbola cepat dengan daya rusak dan tim-tim lawan tak bisa meredam mereka,” tuturnya.

Mourinho tidak segan mengkritik pemainnya sendiri secara publik pada musim 2017/2018. Luke Shaw adalah salah satu pemain MU yang beberapa kali kena kritikan manajernya tersebut.

Sharpe lalu menuturkan bahwa walaupun dirinya di MU dulu tak selalu punya pandangan sama dengan Sir Alex Ferguson, ia selalu menghormati manajernya tersebut. Ia tak yakin para pemain The Red Devils saat ini punya rasa hormat serupa kepada Mourinho.

“Beberapa dari kami, termasuk saya, tidak selalu sependapat dengan Sir Alex Ferguson. Tapi satu hal yang pasti Anda miliki terhadap dirinya adalah respek. Kapan pun kami saling bermasalah, semua diselesaikan di ruang ganti secara tertutup,” ucapnya.

“Saya pikir itulah yang menyatukan tim. Anda menghormati manajer dan ketika tahu segalanya takkan tersebar keluar Anda jadi saling dukung. (Saat ini) ketika ada sesuatu yang tercium keluar, ia mulai mengkritik pemain tertentu, menurut saya itu membuat pemain lain jadi punya keraguan terhadap manajer. Situasinya lucu. Ia mengkritik Shaw dengan sedikit kelewatan karena sebelum cedera ia merupakan bek kiri terbaik di negeri ini.”

“Sekarang untuk alasan tertentu ia (Mourinho) berpikir mentalitas pemainnya tidak tepat. Memang saya tidak melihat bagaimana dalam latihan, tapi saya pikir kalau Shaw bisa main 10-12 laga beruntun maka Anda akan melihat kemampuan sebenarnya. Sayangnya Mourinho tampak tidak ingin memberikan kesempatan itu buatnya,” beber Sharpe.

2 Jun

Kursi Pelatih Real Madrid Siap Diisi Oleh Pelatih Anyar Untuk Gantikan Zinadine Zidane

Themilanocafe.com – Kosongnya kursi pelatih dari Real Madrid membuat satu nama pelatih menjadi disangkut pautkan dengan digantikannya Zinadine Zidane. Satu nama pelatih tersebut yakni Mauricio Pochettino yang saat ini masih berstatus menjadi pelatih dari Tottenham Hotspur.

Pochettino telah diperkirakan menjadi satu nama calon yang akan menggantikan posisi Zidane yang telah mengambil keputusan untuk pergi meninggalkan Madrid. Dengan keputusan yang diambul Zidane tidak hanya mengejutkan untuk Madrid, akan tetapi menjadi tambahan tugas untuk para pemainnya.

Dengan kepergiannya, otomatis membuah Madrid untuk mencari pengganti yang sepadan dengan Zidane. Madrid membutuhkan pelatih yang harus bisa menjaga kesuksesan timnya seperti apa yang telah dilakukan oleh Zidane selama 2,5 tahun tersebut.

Selama waktu menjacat sebagai pelatih dari Madrid, Zidane telah berhasil meraih sembilan trofi dengan di antaranya tiga titel Liga Champions beruntun plus satu trofi La Liga.

Sejumlah nama pelatih sudah dikaitkan dengan Madrid, beberapa yang terkuat diyakini adalah Arsene Wenger dan Pochettino. Khusus untuk Pochettino, peluangnya sebenarnya cukup berat karena dia baru meneken perpanjangan kontrak dengan Tottenham Hotspur pada 24 Mei lalu, yang mengikatnya sampai 2023.

Akan tetapi, Pablo Zabaleta mempunyai pendapat pribadi. Bek West Ham United yang pernah satu tim dengan Pochettino di Espanyol ini percaya, kans menangani Madrid takkan dilewatkan begitu saja oleh sang kompatriot.

“Dia bekerja dengan bagus di Inggris dan baru-baru ini memperpanjang kontrak dengan Tottenham, jadi dia bahagia di sana. Tapi kalau dia punya peluang untuk mengambil alih di sebuah tim besar, maka dia akan mengambilnya,” ungkap Zabaleta.

Zabaleta pribadi amat terkesan dengan sukses Madrid di Liga Champions usai memenangi titel ketiga beruntun di turnamen tersebut. Baginya, skuat Madrid benar-benar sudah merasa keterikatan besar dengan Liga Champions.

“Ketika Anda memakai jersey Real Madrid, itu punya lambang yang berarti sangat besar dan Anda harus punya pengalaman itu di masa-masa tertentu dan tahu bagaimana untuk bermain di kompetisi tersebut,” sambung eks bek Manchester City ini.

“Suara anthem Liga Champions dan para pemain ini benar-benar mengembangkan dada mereka dengan rasa bangga dan mereka masuk ke lapangan lalu menang. Tanpa diragukan lagi mereka adalah tim terbaik di dunia pada saat ini,” tandasnya.