Month: September 2017

20 Sep

Pelatih Manchester United Tidak Mau Analisis Pemain Everton

 

 

 

Themilanocafe.com – Manchester United (MU) bertanding melawan Everton di Old Trafford Stadium, Minggu (17/9/2017) pada pertandingan lanjutan Liga Inggris. Pelatih Manchester United, Jose Mourinho menggantungkan banyak harapan pada anak asuhnya dan tidak ingin menganalisa lebih mengenai kekuatan Everton.

Everton merupakan lawan yang cukup kuat untuk melawan MU, Setan Merah hanya sekali mendapat kemenangan dari Everton. Dan MU pernah sekali merasakan kekalahan dan tiga hasil seri.

Tetapi, meskipun demikian Mourinho justru tidak ingin menganalisa para pemain The Toffees. Mourinho mengatakan Everton memiliki peluang akhir pada kedudukan empat besar.

“Saya tidak akan banyak menganalisis permainan mereka. Everton adalah tim dengan investasi yang cukup besar musim ini,” ungkap Mourinho, melansir dari situs resmi klub.

“Mereka adalah tim yang juga ikut dalam perburuan gelar, jadi saya yakin target mereka musim ini untuk berada di posisi empat besar klasemen. Everton adalah tim bagus dengan pemain yang bagus. Jadi ini akan menjadi laga sulit lainnya buat kami,” kata pelatih berusia 54 tahun itu.

Mourinho mengandalkan Lukaku untuk melawan The Toffes, yaitu pencetak gol juga mantan penyerang Everton. Lukaku mencetakl gol pada empat pertandingan di Liga Inggris.

“Tentu amat penting buat striker mencetak banyak gol. Namun saya tidak akan menekan striker-striker kami utuk hal itu. Romelu tampil baik dan ia tampak memiliki hubungan yang baik dengan pemain-pemain lainnya di lapangan, jadi saya senang melihatnya,” tutur Mourinho.

“Saya rasa Romelu datang di saat yang tepat, khususnya dengan beberapa tahun pengalaman di ajang Liga Inggris. Dia telah memahami kompetisi ini dan memiliki banyak sahabat di ruang ganti. Ini momen yang tepat dalam kariernya,” ungkapnya.

18 Sep

Dybala Cetak Hattrick Kedua Bagi Juventus

 

 

Themilanocafe.com – Pada pertandingan lanjutan Serie A pada hari Minggu (17/9/2017) striker Juventus yaitu Pailo Dybala mendapat banyak pujian setelah mencetak hattrick ketika Juventus melawan Sassuolo dengan skor akhir 3-1. Salah satu sanjungan diberikan oleh teman satu timnya yang baru pindahan dari Paris Saint-Germain, Blaise Matudi.

Menurut Blaise Matudi, Dybala adalah pemain kelas dunia. Hattrick ini adalah kali kedua yang diberikan Dybala pada musim ini untuk Juventus. Hattrick pertamanya dibuat ketika mengalahkan Genoa dengan skor 4-2 pada pekan kedua. Jumlah dari empat laga Serie A, striker 23 tahun tersebut telah mengoleksi 8 gol.

“Hari ini kami menjalani pertandingan yang bagus. Tidak ada pertandingan yang mudah dan kami bermain baik untuk menang. Paulo Dybala? Dia pemain kelas dunia,” ungkap Matuidi.

Dengan penciptaan hattrick tersebut, Dybala telah mengoleksi 50 gol pada 100 pertandingannya bersama Juventus. Sehingga dalam pertandingan melawan Sassuolo tersebut dia dipilih sebagai man of the match. Sementara, Massimiliano Allegri sebagai pelatih Juventus mengatakan Dybala dapat menjadi pemain terbaik dunia suatu saat nanti.

“Dia sudah berada di jalur yang benar. Dia memainkan sepakbola yang hebat dan dia masih bisa berkembang lagi,” ungkap Allegri.

Selanjutnya, Allegri tidak mempermasalahkan Gonzalo Higuain yang sulit dalam mencetak gol pada musim ini. Menurutnya, hal tersebut adalah hal yang lumrah tetapi dia mengingatkan pemain 29 tahun tersebut untuk meningkatkan kondisi badannya.

“Higuain bermain baik. Dia kehilangan kesempatan mencetak dua gol, tetapi itu bisa saja terjadi. Dia akan mencetak gol lagi nanti. Saya tidak melihat masalah dengannya,” jelasnya.

“Musim lalu dia mencetak banyak gol hanya dalam beberapa pertandingan, dan itu bisa terjadi sebagaimana sekarang terjadi pada Dybala. Itu bisa terjadi pada setiap striker. Dia harus latihan dan meningkatkan kondisi fisiknya, seperti halnya pemain yang lain,” ungkap Allegi.

14 Sep

Thierry Henry: Oxlade-Chamberlain Tidak Terlihat Memiliki Kemampuan Spesial

 

 

 

Themilanocafe.com – Thierry Henry yang merupakan pemain legenda Arsenal merasa bertanya-tanya dengan keterampilan Alex Oxlade-Chamberlain. Henry mengatakan pemain berkebangsaan Inggris itu tidak memiliki kemampuan yang spesial.

Selama bersama Arsenal, Oxlade-Chamberlain telah tercatat mengoleksi 20 gol dan 32 assist dari jumlah 198 pertandingan di berbagai ajang. Masing-masing tiga gelar Community Shield dan Piala FA diraihnya selama di Emirates Stadium.

Kemudian Oxlade-Chamberlain pindah ke Liverpool dengan transfer 35 juta poundsterling. Setelah bersama Liverpool, dia langsung memberikan pujian terhadap Liverpool dan juga manajer Jurgen Klopp.

“Oxlade-Chamberlain berbicara tentang keputusannya untuk pergi ke Liverpool adalah karena dia bisa melihat Klopp membuatnya menjadi pemain yang lebih baik. Klopp bisa melihat pemain suka bermain untuknya, ada cinta, kebersamaan. Saya sedang berpikir ‘Apakah Anda memberi tahu kami apa yang tidak Anda miliki di Arsenal?’ Dalam sesi latihan satu jam dengan Klopp, dia mengatakan itu. Apakah Anda mengatakan bahwa Anda tidak memilikinya di Arsenal?” ungkap Henry.

“Saya mendengarnya, tapi Anda juga harus memberikan sesuatu. Anda berbicara tentang manajer Liverpool yang hebat, menakjubkan, Anda membicarakan hal-hal yang tidak Anda miliki di Arsenal. Tapi, Anda juga harus membawa sesuatu ke Liverpool.” imbuhnya.

Oxlade-Chamberlain memulai kariernya sebagai pemain sayap. Kemudian dia dipindah menjadi gelandang tengah dan terakhir dia berposisi sebagai bek sayap.

“Saya sudah lama mengamati Oxlade-Chamberlain dan saya masih belum tahu apa yang dia sukai. Anda bisa mengetahui dari semua pemain apa kelemahan mereka, tapi biasanya Anda juga tahu apa kehebatan mereka. Itu satu hal yang perlu dia pahami segera. Oxlade-Chamberlain perlu memberikan sesuatu agar ada orang yang bisa bekerja dengannya,” kata Henry.

11 Sep

Luis Garcia, Legenda Liverpool Inginkan Jurgen Bawa The Reds Kembali Berjaya

 

 

 

Themilanocafe.com – Luis Garcia yang merupakan eks pemain Liverpool memberikan dukungan moral terhadap Jurgen Klopp. Luis menginginkan Jurgen dapat membawa Liverpool kembali sukses pada Liga Champions.

Pada tahun 2005 Luis Garcia ikut mengantar AC Milan untuk merebut trofi pada Liga Champions. Ketika itu, Liverpool mampu mengalahkan AC MIlan melalui tendangan finalti dan berakhir imbang dengan skor 3-3 sampai perpanjangan waktu habis.

Setelah meraih kejayaannya itu, prestasi The Reds mulai menurun. Prestasi terbaik yang diraih oleh The Reds yaitu memenangkan Piala Liga Inggris ketika musim 2011-2012.

“Menurut saya, baginya (Jurgen Klopp), ini akan menjadi musim yang baik. Dia berada di klub ini hampir dua tahun. Dia membangun tim hampir sama seperti di Jerman dan dia berada di jalur yang tepat untuk membuat klub meraih sukses,” ungkap Luis Garcia.

“Jika Anda melihat pemain dan performa mereka, mengapa tidak?” imbuhnya ketika ditanyakan terkait peluang Liverpool memenangkan Liga Champions musim ini.

“Ketika saya di sini, tidak ada orang di Eropa yang benar-benar mengenal saya, hingga kami mencapai final pada 2005. Semua orang terkejut. Namun menurut saya, tim sekarang jauh lebih baik,” kata Luis Garcia.

The Reds menduduki grup E Liga Champions 2017-2018 bersama dengan Sevilla, Maribor, dan Spartak Moscow. Liverpool akan melawan Sevilla pada 14 September nanti di Stadion Anfield, pada laga perdana.

7 Sep

Jurgen Klopp Alasan Oxlade Chamberlain Gabung Liverpool

 

 

Themilanocafe.com – Alex Oxlade-Chamberlain yang merupakan pemain gelandang baru Liverpool mengatakan Jurgen Klopp merupakan salah satu alasan utama dia ikut berintegrasi dengan Liverpool.  Alex Oxlade-Chamberlain dihadirkan dari Arsenal dengan harga senilai 35 juta poundsterling pada bursa transfer musim panas.

“Klopp merupakan salah satu alasan saya untuk bergabung dan bermain di sini, karena saya merasa dia benar-benar mendorong saya dan berharap saya bisa mendapatkan yang terbaik dan membawa saya untuk berada di level selanjutnya,” ungkap Chamberlain.

Setelah mengikuti pelatihan pertamanya dengan Liverpool, pemain internasional Inggris tersebut memberi penghargaan kepada pelatih Liverpool tersebut karena telah meyakinkan dirinya untuk berintegrasi bersama Liverpool.

“Saya merasa tempat ini adalah tempat bagi saya dan bagaiamana cara manajer bermain, itu menjadi inspirasi bagi saya dan merupakan salah satu alasan saya – jika bukan alasan utama saya menandatangi kontrak,” ujar Chamberlain.

“Bahkan ketika seorang yang bukan pesebakbola mengamatinya di musim lalu, Anda dapat melihat dia memiliki karakter yang menarik dan inspiratif. ” imbuhnya.

Oxlade-Chamberlain tidak menerima tawaran perpanjang kontraknya bersama Arsenal pada musim ini. Sebelumnya, pernah beredar informasi bila Chealsea tertarik untuk merekrut pemain berumur 26 tahun itu. Tetapi, akhirnya Oxlade-Chamberlain lebih memilih Liverpool bersama Jurgen Klopp.

Oxlade-Chamberlain dapat membentuk debutnya dengan Liverpool pada minggu keempat Liga Inggris pada hari Sabtu (9/9/2017) malam WIB ketika bertanding di kandang Manchester City.

5 Sep

Pemain Timnas Inggris Acungkan Jari Tengah Menoreh Banyak Komentar

 

 

Themilanocafe.com – Timnas Inggris mendapatkan kemenangan dengan skor akhir 2-1 dari pertandingannya melawan Slovakia di Wembley Stadium, London. Pertandingan babak kualifikasi Piala 2018 yang digelar pada Senin (4/9/2017) atas Selasa dinihari WIB. Tetapi kemenangan Inggris tercemar dengan kejadian yang dilakukan oleh gelandang Timnas Inggris, Dele Alli.

Dele Alli tertangkap kamera tengah mengacungkan jari tengah ketika bertanding. Banyak yang menduga jari tengah yang diacungkan Alli mengarah pada wasit yang memimpin pertandingan, Clement Turpin.

Tetapi, Alli mengelakkan anggapan tersebut, dia mengacungkan jari tengahnya kepada teman satu timnya sekarang ini di Manchester City, Kyle Walker.

“Untuk klarifikasi, gestur saya tadi malam adalah sebuah candaan antara saya dan teman baik saya Kyle Walker! Saya minta maaf jika ada pihak yang tersinggung. Kemenangan yang hebat malam ini,” ungkap Alli.

Selain itu, isyarat nyeleneh gelandang Timnas Inggris ini ketika melawan Slovakia menoreh komentar dari manajer Timnas Inggris, Gareth Southgate. Menurut Gareth, Alli memang kerap kali melakukan hal tersebut pada Walker ketika berlatih.

“Alli dan Kyle Walker hanya saling bercanda. Mereka memiliki cara yang aneh dalam berkomunikasi saat berlatih bersama Timnas Inggris,” kata Southgate.